Jumat, 27 Februari 2009

seni patung

0 komentar
(TULISAN TERCETAK TEBAL/MERAH HARAP ANDA GANTI)

KARYA TULIS

Disusun dan diajukan untuk memenuhi tugas-tugas
dan melengkapi syarat-syarat dalam menempuh UAN/UAS
SMP/SMA ANDA









Disusun oleh :


Nama : IFAN SUMADEWA
No Induk/Presensi : 0310 / 03
Kelas : XA








SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/ATAS
SMP/SMA MANA???
SUKOHARJO (DAERAH MANA)
Tahun ajaran 2008/2009



PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN




Karya tulis ini telah disetujui oleh guru pembimbing dan kepala sekolah SMP/SMA MANA??? sebagai syarat mengikuti Ujian Akhir Nasional / Ujian Akhir sekoleh SMP/SMA MANA??? Tahun pelajaran 2008/2009.








Hari :
Tanggal :








Kepala Sekolah Mengetahui Pembimbing






Bp.H SUMARJO IBU. HJ.DALIYEM
NIP : 131340029 NIP : 130899704










PERSEMBAHAN
Karya tulis ini saya persembahkan kepada :



 Bp. Drs.H.jangkung Haryanto selaku kepala sekolah SMP/SMA MANA???
 IBU. HJ.DALIYEM selaku guru pembimbing
 Wali kelas X A
 Bapak/Ibu SMP/SMA MANA???
 Kedua orang tua saya yang saya cintai.
 Kakak dan adik yang saya cintai
 Teman-teman dan adik kelas yang saya banggakan


































ii

MOTTO




 Benahilah dirimu sendiri sebelum kamu benahi orang lain.
 Ilmu adalah cahaya dari segala yang menutup seorang dari kegelapan.
 Ilmu itu bagaikan binatang buruan.
 Kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan hati.
 Menjadi diri sendiri adalah hal yang indah.
 Berpikir sebelum bertindak.
 Pekerjaan yang bagus dibuat dengan kemenangan hati.
 Hari baik atau hari buruk, tergantung bagaimana kita menjalaninya.
 Kecerdasan sejati adalah berbagai pengetahuan antar generasi.
 Kuatnya hati terlahir dari i-sumeda yang kental.
 Tekun adalah salah satu modal kesuksesan.
 Gunakan waktumu dengan sebaik-baiknya.
 Tiada kemenangan tanpa pengorbanan, tiada kebahagiaan tanpa derita.
 Sholatlah kamu sebelum kamu di solatkan.

























iii

KATA PENGANTAR







Puji syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “SENI PATUNG” tanpa halangan suatu apapun.
SENI PATUNG ini berisi manfaat atau fungsi patung, jenis patung, media seni patung dan sebagainya,manfaat atau fungsi patung adalah sebagai hiasan suatu ruangan, keagamaan atau monument dan lain-lain, karma itu penulis memilih judul atau tema “SENI PATUNG” yang sangat bagus.
Karya tulis ini disusun penulis dengan tujuan untuk melengkapi salah satu syarat mengikuti ujian akhir sekolah SMP/SMA MANA???tahun ajaran 2008/2009. Penulis karya tulis ini tentunya tidak lepas dari bantuan beberapa pihak oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :

 Kepala sekolah SMP/SMA MANA???yang telah memberi izin untuk mengadakan kunjungan kesuatu usaha.
 Ibu Hj. DALIYEM selaku guru pembimbing dan wali kelas telah memberikan bimbingan kepada penulis dalam penulisan karya tulis ini.
 Heri yang telah memberi izin untuk melakukan penelitian di usahanya pada patung.

Akhir kata penulis memang masih merasakan bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna, namun dengan adanya karya tulis ini kiranya dapat menambah pengetahuan.







Sukoharjo, November 2010



penulis


iv



DAFTAR ISI






Halaman
Pesetujuan dan pengesahan i
Persembahan ii
Moto iii
Kata pengantar iv
Daftar isi v
A. BAB I 1
i. Latar Belakang 1
ii. Tujuan Penulisan 1
iii. Ruang Lingkup Masalah 1
iv. Metode penulisan 1-2
v. Sistematika penulisan 2
B. BAB II 3-6
C. BAB III 7
i.Kesimpulan 7
ii.Saran 7
Daftar Pustaka 8
Lampiran 9


















v
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penulis sengaja memilih tema/judul “SENI PATUNG” karena ingin tahu lebih jelas lagi tentang seni patung. Seni patung itu mempunyai banyak manfaat. Begitu pula fungsi patung itu sendiri yang akan penulis paparkan kedalam bab yang selanjutnya. Patung mempunyai ciri-ciri yang dapat memikat seseorang yaitu corak patung, ragam patung, dan sebagainya. Media seni patung dan cara membuat patung. Hal-hal yang ada di atas akan penulis paparkan kedalam bab yang selsnjutnya.

B. TUJUAN PENULISAN
Tujuan umum :
Agar semua orang dapat mengetahui tentang seni patung dan dapat memanfaatkanya.

Tujuan khusus :
Untuk memenuhi salah satu syarat guna mengikuti Ujian Akhir Sekolah/Ujian Nasional SMP/SMA MANA???tahun pelajaran 2008/2009.

C. RUANG LINGKUP
Letak pembuatan Seni patung itu sangat strategis sekali karena tempatnya persis disisi jalan raya yang banyak sekali orang yang mencari-cari. Karya-karya seni yang di buat bagus sekali. Karya-karya seni itu penulis foto yang akan di tempelkan pada halaman lampiran, ada juga foto tentang seketsa yang sedang di buat saat ini. Pengunjung yang ada disana cukup banyak.

D. METODE PENULISAN
Dalam rangka penulis menyusun karya tulis ini. Penulis memakai beberapa metode untuk mendapatkan bahan yang penulis susun. Metode yang penulis gunakan antara lain :
 1. Observasi (penelitian)
Dalam mendapatkan bahan dalam pembuatan karya tulis ini, penulis menggunakan 2 jenis metode observasi yaitu :
a. Observasi secara langsung
Yaitu teknik atau cara pengumpulan data dimana penulis mengadakan pengamatan secara langsung dengan terjun ketempat yang akan di jadikan bahan dalam penulisan karya tulis ini.
b. Secara tidak langsung
Yaitu teknik pengumpulan data dimana penulis mendapatkan bahan melalui perantara antara lain : selebaran, buku-buku, lukisan, foto yang diperoleh dari orang.


1
 2. Interview (wawancara/Tanya jawab)
Yaitu metode wawancara dengan pihak terkait dalam objek yang di jadikan bahan penyusun karya tulis.
 3. study literature
Cara mencari informasi tambahan sebagai bahan perbandingan antara data-data yang telah penulis dapatkan.

E. SISTEMATIK PENULISAN
Agar pembaca dapat dengan mudah untuk mengetahui karya tulis ini, penulis membuat sistematika penulisan karya tulis sebagai berikut :
 BAB I PENDAHULUAN
A. Alasan pemilihan judul
B. Latar belakang
C. Tujuan
D. Ruang lingkup
E. Metode pengumpulan data
F. Sistematika penulisan
 BAB II ISI
A. Pengertian patung
B. Fungsi patung
C. Corak patung
D. Ragam patung
E. Media patung
F. Membuat patung
 BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran


















2
BAB II
ISI

A. PENGERTIAN PATUNG
Patung merupakan karya seni rupa tiga dimensi. Kamus Besar Indonesia bertuliskan bahwa, patung adalah benda tiruan bentuk manusia dan binatang yang cara pembuatanya dipahat pengertian ini didasarkan terjemahan dari bahasa inggris SCULPTURE, karena pematung jaman dahulu menggunakan tehnik pahat.
Seni patung disebut juga plasticart atau seni plastic, mudah dibentuk sesuka hati. Seni patung bisa di artikan sebagai seni bentuk (bentuk-bentuk yang memiliki keindahan)

B. FUNGSI PATUNG
Seni patung pada zaman dahulu di buat untuk kepentingan keagamaan, pada jaman hindu dan budha, patung di buat untuk menghormati dewa atau orang yang di jadikan teladan. Pada perkembangan selanjutnya patung di buat untuk monument/ peringatan suatu peristiwa besar pada suatu bangsa, kelompok atau perorangan.
Pada jaman sekarang seni patung sering di ciptakan untuk hiasan penciptanya lebih bebas dan bervariasi dan seni patung itu di ciptakan untuk dinik mati nilai keindahan bentuknya.
Secara umum berdasarkan pembutanya seni patung ada 6 macam yaitu :
- patung religi, untuk sarana beri badah,bermakna relijius.
- Patung monument, untuk peringatan peristiwa bersejarah atau jasa seorang pahlawan.
- Patung arsitektur, patung yang ikut aktif berfungsi dalam kontruksi bangunan.
- Patung dekonasi, untuk menghias bangunan atau lingkungan taman.
- Patung seni, patung seni untuk di nikmati keindahan bentuknya.
- Patung kerajinan, hasil dari para pengrajin.

C. CORAK PATUNG
Pada masa lampau sudah dikenal patung primitive seperti patung asmat di irian jaya dan sulawesi selatan (tanah toraja). Pada masa kerajaan hindu budha di jawa dan bali banyak sekali di temukan hasil karya seni patung terutama di candi hindu dan budha yang bercorak tradisional.
Dilihat dari perwujudtanya, ragam seni patung moderen dapat di bedakan menjadi 3 corak sebagai berikut :
- corak imitatif / realis
yaitu tiruan alam seperti manusia, binatang dan tumbuhan
- corak dekoratif
yaitu bentuk-bentuk alam yang di olah / di ubah menurut gagasan imajinasi pematung
- corak nonfiguratif/abstrak
yaitu bentuknya telah banyak berubah.




3
D. RAGAM PATUNG
Penampilan karya patung bermacam-macam jenisnya, hal ini dapat kita saksikan dirumah, di taman atau di museum. Jenis karya patung dapat di bedakan menjadi 3 yaitu :
1. patung dada
patung dada adalah penampilan karya patung sebatas dada ke atas atau bagian kepala.
2. patung torsa
torsa di sebut juga badan.patung torsa adalah penampilan karya patung yang hanya menampilkan bagian dada,dari dada, pinggang, dan panggul.
3. patung lengkap
penampilan karya patung lengkap maksudnya terdiri dalam badan, anggota badan, anggota badan bagian atas dan bagian bawah serta kepala.

E. MEDIA SENI PATUNG
Media seni patung adalah berupa bahan, alat, dan teknik yang diperlukan dalam seni patung.
A. BAHAN
 bahan seni patung dapat di bedakan menjadi tiga yaitu :
- bahan lunak
Yang dimaksud bahan lunak adalah material yang empuk dan mudah di bentuk misalnya : tanah liat, lilin, sabun. Tanah liat yang baik harus bersih dari kerikil, akar, rumput, dll. Daya susut tanah tidak lebih dari 10%,supaya kalau sudah kering tidak pecah/ hancur,tanah liat harus juga cukup elastis artinya mudah di bentuk, tidak telalu lembek atau terlalu keras. Untuk bahan plastisin (lilin) mudah dapat di took, tingkat plastisinya bermacam-macam, ada yang sangat lembek, cukup lembek, dan agak lembek. Bahan sabun mudah di bentuk,akan tetapi ukuranya kecil, kita tidak bisa berkarya lebih besar.
- bahan sedang
Artinya bahan itu tidak lunak dan tidak keras. Contohnya : kayu waru,kayu sengan, kayu randu,dan kayu mahoni.
- bahan keras
Bahan keras dapat berupa kayu atau batu-batuan. Contohnya : kayu jati, kayu sonokeling dan kayu ulin. Bahan batu-batuan antara lain batu padas, batu granit, batu andesit, dan batu pualam (manmer).
Selain bahan-bahan tersebut masih ada bahan yang dapat dipergunakan untuk membuat patung yaitu semen-pasir, gips, kuningan, perunggu, emas dan sebagainya.








4
B. ALAT
Peralatan yang digunakan untuk membuat patung tergantung kepada bahan dan tekniknya alat-alat yang digunakan :
- butsir adalah alat Bantu untuk membuat patung terbuat dari kayu dan kawat.
- Meja putar adalah meja untuk membuat patung dan dapat di gerakan denagan cara diputar,fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah.
- Pahat
- Palu
- Cetakan berfungsi untuk mengencangkan ikatan kawat dan memotong ikatan kawat.
- Sendok adokan berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkanya pada kerangka patung.
C. TEKNIK
Teknik adalah cara untuk melakukan sesuatu.teknik pembuatan patung ada 4 yaitu :
- teknik membutsin
teknik dengan cara memijat,menambah dan mengurangi bahan yang di bentuk
- teknik memahat
teknik dengan cara menggunakan bahan yang di bentuk, teknik ini tidak bisa dilakukan penambahan/penambalan.
- teknik mencetak
teknik ini umumnya cair atau bahan yang bisa di cairkan.
- teknik konstruksi
membuat patung dengan cara menyusun bahan, baik kerangka/tanpa kerangka.
F. MEMBUAT PATUNG
1. Patung bahan lunak
Teknik membuatnya dengan cara membutsin langkah-langkah pengerjaanya sebagai berikut :
a. siapkan tanah liat/ plastisin. Butsir, air, meja putar, gambar racangan patung.
b. Tempatkan tanah liat atau plastisin di atas meja putar, sedikit demi sedikit sambil meja di putar.
c. Pijat-pijat bahan hinga mendekati bahan yang diinginkan sambil dikasih air sedikit demi sedikit, secara global jika bahan kurang bisa di tambah, sebaiknya bila berlebihan bisa dikurangi.
d. Sempurnakan bentuk dengan alat Bantu butsir dan berikan sentuhan akhir dengan pembentukan lebih detail atau sempurna dan dihaluskan.



5

2. patung bahan keras
Dikerjakan dengan cara memahat/mengukir langkah langkah pengerjaanya sebagai berikut :
a. siapkan balok kayu sesuai ukuran yang kita inginkan dan pindahkan gambar/pola di atas permukaan balok kayu.
b. Lakukan pemotongan dengan gergaji dari 4 sisi, pembentukan sedikit demi sedikit hingga mendekati bentuk global.
c. Buatlah bentuk global,bandingkan dengan gambar/pola/gagasan dengan amplas supaya halus.
d. Lanjutkan dengan membuat bentuk ujung lebih detail/sempurna dan haluskan dengan amplas lagi.
e. Difirising dengan menggunakan cat akritik/melamin
































6

BAB III





A. KESIMPULAN

Setelah memaparkan isi pada bab-bab yang sebelumnya, penulis mendapatkan kesimpulan yang berkaitan dengan isi karya tulis ini. Penulis dapat menyimpulkan isi karya tulis ini sebagai berikut.

o Seni patung dapat di lakukan di rumah sebagai pekerjaan sampingan.
o Seni patung juga dapat mengepresikan karya sendiri.
o Seni patung membuat rumah kita nampak lebih indah dan nyaman untuk di lihat.
o Seni patung dapat menumbuhkan rasa kemandirian kita.

B. SARAN

Setelah memaparkan isi pada bab-bab yang sebelumnya, penulis mempunyai beberapa saran yaitu :
o kita sebagai generasi muda bangsa harus terus berkarya demi bangsa dan Negara.




















7
DAFTAR PUSTAKA




Drs.Dany Hariyanto. 2004, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Solo. Delima Solo……
Ifan.m . google.com/ifanhacker.blogspot.com…







































8

KAMPUS HARAPAN

0 komentar
KAMPUS HARAPAN

Tlah kau angkat harapan didada kami
Mengawali perjuangan yang masih sumbang
Di pangkuanmu bayi bayi ini harapannya
Ketika isyarat dinadimu telah terang
Kemanakah anak bangsa ini kau saksikan
Dan janganlah tengelam bersama angan angan
Setelah keretakan menjamur didadanya
Dimana kegilaan bangsa ini menjadi budaya
Sementara pada kenyataanya kau tak percaya
Realitas telah menjadi ilusi
Dan bangunan candi yang bisa
Berkampanye dengan gedung yang megah
Apakah salah jika ribuan almamater diobral
Dengan membawa makalah yang telah kalah
Bila pernyataan pernyataan hanyalahdiskusi
Dan kedewasaan hanyalah puisi
Mengakhiri mimpi mimpi dengan sepotong ragu
Mengangkat kursi kursi intelektual yang masih kosong
Dan mendudukan bangunan menjadi dewasa
Hanyalah kolusi dan harapan yang dikebiri

herbal

0 komentar

MEMPOSISIKAN PENAWARAN PASAR SEPANJANG DAUR HIDUP PRODUK

Perusahaan-perusahaanterus-menerus berusaha untuk mendiferensiasikan tawaran pasar mereka dari tawaran pesaing. Mereka menjanjikan jasa dan jaminan baru, imbalan khusus untuk penguna yang setia, kenyamanan dan kegembiraan baru. Bila mereka berhasil, para pesaing bisa meniru tawaran pasar mereka.

A. Bagaimana Melakukan Diferensiasi
Crego dan Schiffrin menyatakan bahwa organisasi yang berorientasi pelanggan harus mempelajari apa yang dihargai oleh konsumen dan kemudian menyiapkan suatu tawaran yang melebihi harapan mereka.
Sedangkan yang harus dilakukan adalah :
1. Mendefinisikan model nilai pelanggan
Perusahaan pertama-tama mendaftarkan semua factor produk dan jasa yang mungkin mempengaruhi persepsi nilai pelanggan sasaran.
2. Membentuk hierarki nilai pelanggan
Perusahaan sekarang menempatkan tiap factor pada salah satu dari empat kelompok: dasar, yang diharapkan, yang diinginkan, dan yang tidak diantisipasi.
3. Menentukan Paket nilai pelanggan
Sekarang perusahaan memilih kombinasi produk berwujud dan tak berwujud, pengalaman, dan hasil pikiran yang dirancang untuk melebihi para pesaing dan memenangkan kesukaan serta kesetiaan pelanggan.

B. Peralatan Untuk Melakukan Diferensiasi
Diferensiasi adalah tindakan merancang serangkaian perbedaan yang berarti untuk membedakan tawaran perusahaan dengan tawaran pesaing.


Jumlah peluang diferensiasi berbeda-beda untuk setiap jenis industri. Boston consulting Groupo telah membedakan empat jenis industri berdasar jumlah keunggulan kompentitif yang tersedia dan ukurannya.
1. Industri Volume (Volume Industry)
Adalah industri dimana perusahaan didalamnya hanya dapat memperoleh sedikit keunggulan kompetitif tetapi berukuran cukup besar.
2. Industri Mati Langkah (Stalemate Industry)
Adalah industri yang didalamnya hanya terdapat sedikit potensi keunggulan kompetitif dan masing-masing berukuran kecil.
3. Industri Terfragmentasi (Fragmented Industry)
Adalah industri dimana perusahaan-perusahaan di dalamnya memiliki banyak peluang untuk diferensiasi, tetapi peluang memiliki keunggulan kompetitif yang kecil.
4. Industri terspesialisasi (Specialized Industry)
Adalah industri dimana di perusahaan-perusahaan didalamnya memiliki banyak peluang diferensiasi, dan tiap diferensiasi menghasilkan keuntungan yang tinggi.
C. Deferensiasi Produk.
Produk-produk fisik itu bervariasi dalam potensinya untuk diferensiasi. Di ujung yang satu kita menemukan produk-produk yang memungkinkan sedikit variasi tetapi disisi yang lain, masih mungkin terjadi deferensiasi.
1. Bentuk
Banyak produk dapat didiferensiasi berdasarkan bentuk, ukuran, model, atau struktur fisik sebuah produk.
2. Keistimewaan (feature)
Sebagian besar produk dapat ditawarkan dengan berbagai keistimewaan, yakni karakteristik yang melengkapi fungsi dasar produk. Upaya menjadi yang pertama dalam memperkenalkan keistimewaan baru yang berharga merupakan salah satu dari cara yang paling efektif untuk bersaing.

3. Mutu Kinerja
Sebagian besar produk ditetapkan pada salah satu dari empat level kinerja: rendah, rata-rata, tinggi, dan super. Mutu kinerja mengacu pada level dimana karakteristik dasar produk beroperasi.
4. Mutu Kesesuaian
Pembeli mengharapkan produk yang dimiliki mutu kesesuaian (Conformance quality) yang tinngi. Kualitas kesesuaian adalah tingkat dimana semua unit yang diproduksi adalah identik dan memenuhi spesifikasi sasaran yang dijanjikan.
5. Daya Tahan
Daya tahan (durability), suatu ukuran usia operasi produk yang diharapkan dalam kondisi normal dan/atau berat, merupakan atribut yang berharga untuk produk-produk tertentu.
6. Keandalan
Keandalan (realibilyty) adalah ukuran kemungkinan suatu produk tidak akan rusak atau gagal dalam suatu periode waktu tertentu.
7. Mudah Diperbaiki
Adalah suatu ukuran kemudahan untuk memperbaiki suatu produk yang rusak atau gagal.
8. Gaya
Mengambarkan penampilan dan perasaan yang ditimbulkan oleh produkitu bagi pembeli.
9. Rancangan (Design): Kekuatan Pemaduan
Rancangan akan menjadi salah satu cara yang paling ampuh untuk mendeferensiasikan dan memposisikan produk dan jasa perusahaan.
D. Diferensiasi Pelayanan
Ketika produk fisik tidak mudah untuk dideferensiasi, kunci keberhasilan dalam persaingan sering terletak pada penambahan pelayanan yang menambah nilai serta meningkatkan mutu produk fisik tersebut.

1. Kemudahan Pemesanan
Kemudahan pemesanan (ordering ease) mengacu pada seberapa mudah pelanggan dapat melakukan pemesanan ke perusahaan.
2. Pengiriman
Pengiriman (Delivery) mengacu pada seberapa baik produk atau jasa diserahkan kepada pelanggan. Hal itu mencakup kecepatan, ketepatan, dan perhatian selama proses pengiriman.
3. Pemasangan
Pemasangan (Installation) mengacu pada pekerjaan yang dilakukan untuk membuat suatu produk beroperasi di lokasi yang direncanakan.
4. Pelatihan Pelanggan
Pelatihan Pelanggan (costomer training) mengacu pada pelatihan para pegawai pelanggan untuk mengunakan peralatan dari penjual secara tepat dan efisien.
5. Konsultasi Pelanggan
Mengacu pada pelayanan data, system informasi, dan saran yang diberikan penjual kepada pembeli.
6. Pemeliharaan dan Perbaikan.
Merupakan program pelayanan perusahaan untuk membantu pelanggan menjaga produk yang mereka beli dalam kondisi kerja yang baik.
7. Pelayanan Lain-lain
Perusahaan-perusahaan dapat menemukan berbagai cara lain untuk mendiferensiasikan jasa pelanggan. Mereka dapat menawarkan garnsi produk dan kontrak pemeliharan yang lebih baik baik daripada pesaing mereka. Mereka dapat memberikan penghargaan.
E. Diferensiasi Personalia
Perusahaan-perusahaan dapat memperoleh keunggulan kompetitif yang kuat dengan memperkerjakan dan melatih orang-orang yang lebih baik daripada pesaing mereka. Personalia yang terlatih menunjukkan enam karakteristik:

1. Kemampuan
Mereka memiliki keahlian dan pengetahuan yang diperlukan.
2. Kesopanan 
Mereka ramah, menghormati dan penuh perhatian.
3. Kredibiltas
Mereka dapat dipercaya
4. Dapat diandalan
Mereka memberikan pelayanan secara konsisten dan akurat
5. Cepat tanggap
Mereka cepat menanggapi permintaan dan pemasalahan konsumen
6. Komunikasi
Mereka berusaha untuk memahami pelanggan dan berkomunikasi dengan jelas.
F. Diferensiasi Saluran
Perusahaan-perusahaan dapat mencapai keunggulan bersaing melalui cara mereka merancang saluran distribusi, terutama yang menyangkut jangkauan, keahlian, dan kinerja saluran-saluran tersebut.
G. Diferensiasi Citra
Identitas dan citra perlu dibedakan, Identitas terdiri dari berbagai cara yang diarahkan perusahaan untuk mengidentifikasikabn dirinya atau memposisikan diri atau produknya, sedangkan Citra adalah persepsi masyarakat terhadap perusahaan atau produknya. Citra dipengaruhi oleh banyak factor yang diluar control perusahaan. Citra yang efektif melakukan tiga hal. Pertama, memantapkan karakter produk dan usulan nilai, kedua, menyampaikan karakter itu dengan cara yang berbeda sehingga tidak dikacaukan dengan karakter pesaing, ketiga, memberikan kekuatan emosionalyang lebih dari sekedar citra mental. Supaya bisa berfungsi citra itu harus disampaikan melalui setiap sarana komunikasi yang tersedia dan kontak merek.
1. Lambang
Citra dapat diperkuat dengan mengunakan symbol-simbol yang kuat.

2. Media
Citra yang dipilih harus tampil dalam iklan yang menyampaikan suatu cerita, suasana hati, pernyataan-suatu yang jelas beda dengan yang lain. 
3. Suasana
Ruang fisik yang ditempati organisasi merupakan penciptaan citra yang kuat lainnya.
4. Peristiwa
Suatu perusahaan dapat membangun suatu identitas melalui jenis kegiatan yang disponsorinya.
H. Mengembangkan dan Mengkomunikasikan Strategi Penentu Posisi
Suatu perbedaan patut dibuat sepanjang memenuhi criteria berikut:
Penting
Perbedaan itu memberikan manfaat yang bernilai tinggi bagi cukup banyak pembeli.
Terbedakan
Perbedaan itu ditawarkan melalui cara yang khusus
Unggul
Perbedaan itu lebih unggul dibandingkan cara-cara lain untuk mendapakan manfaat tertentu.
Dimiliki Satu Pihak
Perbedaan itu tidak mudah ditiru oleh pesaing
Terjangkau
Pembeli mampu membayar perbedaan tersebut
Menguntungkan
Perusahaan akan memperoleh laba dengan memperkenalkan perbedaan itu.
I. Penentuan Posisi
Adalah tindakan merancang tawaran dan citra perusahaan sehingga menempati suatu posisi yang terbedakan (di antara pesaingnya) di dalam benak pelanggan sasaran.


1. Penentuan Posisi Menurut Ries dan Trout
Penentuan posisi dimulai dengan produk, suatu barang, jasa, perusahaan, lembaga atau bahkan orang…..tetapi penentu posisi bukanlah suatu yang anda lakukan terhadap produk. Penentuan posisi adalah apa yang anda lakukan terhadap pikiran calon pelanggan. Jadi, anda memposisikan produk itu dalam pikiran calon pelanggan.
2. Berapa Banyak Perbedaan yang Dipromosikan?
Setiap perusahaan harus memutuskan berapa banyak perbedaan (misalnya, manfaat, keistimewaan) yang harus diajukan atau dipromosikan kepada pelanggan sasarannya.
3. Perbedaan Apa yang Dipromosikan?
4. Mengkomunikasikan Penentuan Posisi Perusahaan
Setelah perusahaan mengembangkan strategi penentuan posisi yang jelas, perusahaan harus mengkomunikasikan penentuan posisi itu secara efektif. 
J. Strategi Pemasaran Sepanjang Siklus Hidup Produk
1. Konsep tentang siklus hidup produk
Mengatakan suatu produk memiliki siklus hidup berarti menegaskan empat hal yaitu:
a. Produk memiliki umur yang terbatas
b. Penjualan produk melalui berbagai tahap yang berbeda, masing-masing memberikan tantangan, peluang dan masalah yang berbeda bagi penjual.
c. Laba naik dan turun pada berbagai tahap yang berbeda selama siklus hidup produk.
d. Produk memerlukan strategi pemasaran, keuangan, manufaktur, pembelian, dan sumber daya manusia yang berbeda dalam setiap tahap siklus hidupnya.
Kebanyakan siklus hidup terbagi menjadi empat tahap.
a. Perkenalan
Periode pertumbuhan penjualan yang lambat saat produk itu diperkenalkan ke pasar. Pada tahap itu tak ada laba karena besarnya biaya untuk memperkenalkan produk.
i. Strategi Peluncuran cepat
Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan level promosi yang tinggi.
ii. Strategi Peluncuran lambat
Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi.
iii. Strategi Penetrasi Cepat
Peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi tinggi
iv. Strategi penetrasi lambat
Peluncuran produk baru dengan harga rendah dan tingkat promosi rendah.
b. Pertumbuhan
Periode penerimaan pasar yang cepat dan peningkat laba yang besar.
c. Kedewasaan/Kemampuan
Periode penurunan pertumbuhan penjualan karena produk itu telah diterima oleh sebagian besar pembeli potensial. Laba stabil dan menurun karma persaingan meningkat.
i. Modifikasi Pasar
ii. Modifikasi Produk
iii. Modifikasi bauran Pemasaran
d. Penurunan
Periode saat penjualan menunjukan arah yang menurun dan laba yang menipis
K. Evolusi Pasar
Seperti produk pasar juga berevolusi melalui empat tahap: kemnculan, pertumbuhan, kedewasaan, penurunan.
a. Tahap kemunculan
Sebelum suatu pasar terwujud, pasar itu muncul sebagai pasar laten.
b. Tahap pertumbuhan
Jika penjualan produk baru itu memuaskan, berbagai perusahaan baru memasuki pasar, mengarah ke tahap pertumbuhanpasar.
c. Tahap Kedewasaan
Akhirnya, persaingan meliputi dan melayani semua segmen pasar utama dan pasar memasuki tahap kdewasaan
d. Tahap penurunan
Akhirnya permintaan pasar untuk produk saat ini akan mulai berkurang, dan pasar akan memasuki tahap penurunan
L.

ekologi tumbuhan

0 komentar
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA UPI
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA


SYLABUS


Mata Kuliah Ekologi Tumbluhan
Kode MK BIO 523
Nama Dosen         Bambang Supriatno,Drs.,M.Si(Kordinator)
         Amprasto,Drs.,M.Si
         Tina Safaria,M.Si
Semester VI (program biologi);VII (program Pend.Biologi)
Kredit 3;               2 SKS teori; 1 sks praktiklum 
Prasyarat -
Sifat Mata Kuliah Wajib

Sifat Mata Kuliah Dasar
Tujuan Pembelajaran Umum Mahasiswa dapat memahami : peran tumbuhan sebagai komponen ekosistem; pengaruh  dan tanggapan tumbuhan terhadap factor-faktor lingkungan; vegetasi; metode analisis vegetasi, suksesi dan ekosistem.
Deskripsi MK MK mencacup prinsip-prinsip dan konsep-konsep pada ekologi tumbuhan, strategi dan adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan, pengertian individu, populasi, vegetasi dan metode analisis vegetasi, ekosistem dan macam-macam ekosistem.
Buku Wajib Barbour,M.G.,Burk,J.H.&Pitt,W.O.1980.Terrestrial Plant Ecology.London.The Benjamin/Cummings Publishing Company Yac.
Odum,E.P.1983.Basic Ecology.New York.Saunders Co.Publishing.


Buku Referensi Mueller,D Dubois& Ellen berg, H.1974.Aims and Methods of Vegetation Ecology.New York.John Willey &Sons.
Daubenmaire, R.F.1974.Plant Enivronment A Text Book Of Plant Anthology.London. John Willey &Sons.

Teaching Material/TeachingAids OHT
Slide      Proyektor
Kuliah Lapangan
Metode Evaluasi Ujian Tertulis : Obyektif dan essay
Performance pada saat praktikum dan kuliah lapangan
Kewajiban mahasiswa Kehadiran minimal 80%
MINGGU 
KE POKOK BAHASAN
DAN 
SUB POKOK BAHASAN
BENTUK PEMBELAJARAN DAN MEDIA RUJUKAN
*)
I Pengertian dasar dalam ekologi tumbuhan.
1. Pengertian dan tujuan  ekologi tumbuhan 
2. Autekologi dan syneologi
3. Perkembangan ekologi tumbuhan tumbuhan. 
4. Manfaat dan aspek terapan Penjelasan dengan menggunakan multimedia mengenai  pengertian dasar ekologi, kedudukan  dan keterkaitan ekologi tumbuhan dengan ilmu lain,  mendiskusikan Autekologi dan synekologi, serta perkembangan ekologi tumbuhan.

1. 1  (1-8)
2. 2  (2-26)
3. 7 (1-6)
4. 16 (xi-xiv)
5. 21 (1-22)
6. 23 (1-12)
7. 30 (1-23)
8. 32 (2-11)

II Tumbuhan dalam Lingkungan 
1. Lingkungan makro dan lingkungan mikro
2. Lingkungan biotik dan abiotik
3. Faktor pembatas
4. Niche
5. Strategi tumbuhan terhadap stress
6. Adaptasi vs Abaptasi
7. Pengertian dan contoh indikator ekologis



Penjelasan dan diskusi kelas serta  pengamatan lapangan mengenai  konsep lingkungan dan  habitat organisme, lingkungan makro dan lingkungan mikro organisme,  faktor lingkungan biotik dan lingkungan abiotik,  hubungan  dan variasi faktor lingkungan, faktor pembatas; hukum minimum,  hukum toleransi Shelford dan konsep holoesinotik lingkungan  untuk memahami strategi tumbuhan terhadap stress faktor lingkungan dan tumbuhan sebagai indikator ekologis

. 1. 2 ( 2-7 )
2. 3 (5-46)
3. 17 (1-4)
4. 23 (221-284)
5. 28 (555-564)
6. 30 (24-27)
7. 32 (33-73)

III Faktor lingungan abiotik; 
Cahaya dan pengaruhnya terhadap tumbuhan
1. Cahaya matahari sebagai sumber energi dalam ekosistem
2. Kuantitas dan kualitas cahaya yang sampai dipermukaan bumi
3. Kuantitas dan kualitas cahaya yang menembus perairan
4. Stratifikasi cahaya dalam komunitas
5. Peranan cahaya pada tumbuhan
a) Fotoenergetic
b) Fotodestruktif
c) Fotocybernetic
d) Fotoperiodism
e) Fotomorfogenesis
f) Fototropism
6. Strategi adaptasi tumbuhan tumbuhan terhadap cahaya (pigmentasi, anatomi dan morfologi)
7. Krakteristik tumbuhan berdasarkan cahaya (heliophyta dan sciophyta)



Penjelasan dan diskusi  kelas dengan bantuan multimedia dan pengamatan di lapangan dengan perangkat pengukur cahaya serta pengukuran di laboratorium mengenai  cahaya dan keterkaitan ekologisnya  pada tumbuhan  dan vegetasi 1. 1 (36-91)
2. 2 (300-328)
3. 9 (210-242)
4. 16 (197-207)
5. 17 (5-60)
6. 18 (447-487)
7. 28 (566-574)
8. 30 (28-34)
IV Faktor lingkungan abiotik; Suhu dan pengaruhnya terhadap tumbuhan 
1. Variasi dan stratifikasi suhu secara horizontal dan vertikal di atas permukaan tanah, dan kedalaman di bawah permukaan tanah dan air
2. Kepentingan suhu pada tumbuhan sebagai organisme Poikilotermik dan stenotermik
a) Suhu dan pertumbuhan
b) Suhu dan produktivitas
c) Thermoperiodisma
d) Vernalisasi
4. Zonazi tumbuhan berdasarkan suhu (Zona thermo-Ekologi dan Demarkasi floristik)
5. Strategi adaptasi tumbuhan terhadap suhu ekstrim (api dan suhu dingin)















Penjelasan dan  diskusi  kelas dengan bantuan multimedia mengenai peranan suhu bagi tumbuhan, dilanjutkan dengan  pengamatan lapangan mengenai  keterkaitan ekologis tumbuhan terhadap suhu. 1. 1 (64-91)
2. 2 (331-363)
3. 9 (156-208)
4. 17 (18-32)
5. 18 (18-317)
6. 28 (566-574)
7. 30 (34-42)



MINGGU 
KE POKOK BAHASAN
DAN 
SUB POKOK BAHASAN BENTUK PEMBELAJARAN DAN MEDIA RUJUKAN
*)
V Faktor lingkungan abiotik; Air dan Atmosfer serta peranannya bagi tumbuhan 
1. Udara dan komposisi udara
2. Stratifikasi atmosfer
3. Effek rumah kaca
4. Angin
5. Pengaruh angin pada tumbuhan
6. Penyerbukan dan penyebaran tumbuhan dengan bantuan angin

7. Bentuk air di alam dan siklus air
a) Uap air
b) Hujan
c) Air tanah
9. Peranan air bagi tumbuhan
a) Stabilitas suhu
b) Medium reaksi metabolisme
c) Pendingin
10. Karakteristik dan penyebaran tumbuhan dengan bantuan air
11. Pengelompokan dan karakteristik tumbuhan berdasarkan kadar air tanah
a) Xerophyta
b) Mesophyta
c) Hidrophyta 
d) Halophyta






Penjelasan dan  diskusi  kelas dengan bantuan multimedia mengenai air dan atmosfer serta peranannya bagi tumbuhan, dilanjutkan dengan  pengamatan di lapangan serta laboratorium terhadap keterkaitan ekologis struktur dan morfologi tumbuhan.
1. 1 (206-258)
2. 8 (1-12)
3. 9 (74-155)
4. 17 (131-167)
5. 18 (322-445)
6. 26 **)
7. 27 (45-108)
8. 30 (86-125)
9. 32 (154-160)

MINGGU 
KE POKOK BAHASAN
DAN 
SUB POKOK BAHASAN BENTUK PEMBELAJARAN DAN MEDIA RUJUKAN
*)
VI Faktor lingkungan abiotik; Topografi dan tanah serta peranannya bagi tumbuhan Topografi
1. Pengaruh ketinggian
2. Pengaruh kemiringan
3. Pengaruh keterbukaan
4. Phytogeografi

Faktor edafik (tanah)
1. Tanah dan bahan tanah
2. Tanah sebagai medium
3. Fisika tanah
4. Kimia Tanah
5. Organisme dalam tanah
6. Profil tanah
7. Adaptasi tumbuhan terhadap jenis tanah 
Penjelasan dan  diskusi  kelas dengan bantuan multimedia mengenai topografi dan tanah serta peranannya bagi tumbuhan, dilanjutkan dengan pengamatan lapangan untuk mempelajari peta topografi, tanah dan pemetaan sederhana serta serta keterkaitan ekologisnya  pada tumbuhan dan vegetasi 1. 2 (398-430)
2. 5 **)
3. 13 (139-176)
4. 17 (104-119)
5. 30 (55-85)


MINGGU 
KE POKOK BAHASAN
DAN 
SUB POKOK BAHASAN BENTUK PEMBELAJARAN DAN MEDIA RUJUKAN
*)
VII Faktor lingkungan biotik dan interaksinya
1. Interaksi antar tumbuhan dalam komunitas
2. Interaksi hewan dan tumbuhan dalam komunitas
Penjelasan dan diskusi kelas dengan bantuan multimedia mengenai interaksi tumbuhan dengan tumbuhan, dan tumbuhan dengan hewan; dilanjutkan dengan observasi lapangan mengenai fakta interaksi dalam komunitas dan pengaruhnya terhadap tumbuhan. 1. 2 (79-122)
2. 3 (197-434)
3. 7 (113-119)
4. 8 (13-22)
5. 16 (121-146)
6. 17 (204-217)
7. 21 (370-439)
8. 23 (364-400
9. 30 (126-147)
10. 31 **)
11. 32 (503-558)


MINGGU 
KE POKOK BAHASAN
DAN 
SUB POKOK BAHASAN BENTUK PEMBELAJARAN DAN MEDIA RUJUKAN
*)
VIII Populasi 
1. Konsep species taksonomis dan ekologis
2. Species sebagai unit ekologis
3. Pengertian populasi, populasi lokal   ( ras ekologi, ekotype) ekoline
4. Karakteristik populasi
a) kerapatan
b) natalitas
c) mortalitas
d) distribusi
e) bentuk pertumbuhan populasi
f) fluktuasi populasi
3. Penyebaran populasi
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola sebaran populasi
Penjelasan dan diskusi kelas dengan menggunakan multi media mengenai konsep spesies dan karakteristik populasi; pengamatan  pengamatan lapangan  terhadap pola sebaran populasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. 1. 2 (53-68)
1. 4 (107-129)
2. 7  (86-98)
3. 16 (92-146)
4. 21 (288-330)
5. 23 (294-441)
6. 25 (120-158)
7. 30 (165-179)
8. 32 (357-558)


MINGGU 
KE POKOK BAHASAN
DAN 
SUB POKOK BAHASAN BENTUK PEMBELAJARAN DAN MEDIA RUJUKAN
*)
IX Komunitas  (vegetasi)
1. Konsep dasar komunitas (vegetasi)
a) Formasi
b) Assosiasi
c) Ekotone
2. Interkasi dalam komunitas
3. Karakteristik komunitas tumbuhan
a) Keanekaragaman
b) Struktur dan komposisi komunitas
c) interaksi dalam komunitas
d) Dominansi Penjelasan dan diskusi dengan bantuan multi media mengenai komunitas tumbuhan (Vegetasi) dan karakteristiknya;  pengamatan lapangan mengenai berbagai komunitas tumbuhan. 1. 2 (129_195)
2. 13 (57-115)
3. 16 (158-219)
4. 21 (560-732)
5. 22 **)
6. 23 (368-441)
7. 30 (344-354)
8. 32 (577-611)

MINGGU 
KE POKOK BAHASAN
DAN 
SUB POKOK BAHASAN BENTUK PEMBELAJARAN DAN MEDIA RUJUKAN
*)
X Analisis Vegetasi
Metode Analisis vegetasi
1. i Analisis vegetasi
a) Metode destruktif
b) Metode nondestruktif
c) Metode floristik
d) Metode non floristik
2. Tehnik  pencuplikan
a) Kuadrat
b) garis
c) titik Penjelasan mengenai tujuan dan prosedur analiasi vegetasi; melakukan analisis vegetasi di lapangan dengan menggunakan perangkat sampling lapangan serta mendiskusikan hasil observasinya. 1. 2 (129-195)
2. 4 (131-148)
3. 7 (32-53)
4. 8 (45-99)
5. 13 (57-115)
6. 19 **)
7. 20 **)
8. 22 **)
9. 24 **)
10. 30 (344-354)
11. 32 (577-611)
12. 33 **)
MINGGU 
KE POKOK BAHASAN
DAN 
SUB POKOK BAHASAN BENTUK PEMBELAJARAN DAN MEDIA RUJUKAN
*)
XI Ekosistem
1. Pengertian ekosistem
2. Sistem tertutup dan sistem terbuka
3. Steady state
4. Struktur dan fungsi Komponen ekosistem
a) Komponen abiotik
b) Komponen biotik
c) Produser
d) Konsumen
e) Pengurai
5. Aliran energi
6. Siklus biogeokimia
7. Produktivitas dan daya dukung 
8. Proses-proses dasar dalam produktivitas primer
9. Metode penentuan produktivitas primer
10. Produktivitas berbagai ekosistem
Penjelasan dan diskusi dengan menggunakan multimedia mengenai ekosistem dan karakteristiknya; melakukan pengamatan lapangan dan pengukuran produktivitas suatu ekosistem. 1. 2 (129-200)
2. 16 (1-82)
3. 21 (154-240)
4. 23 (13-215)
5. 30 (236-282)
6. 32 (33-310)


MINGGU 
KE POKOK BAHASAN
DAN 
SUB POKOK BAHASAN BENTUK PEMBELAJARAN DAN MEDIA RUJUKAN
*)
XII Suksesi
1. Pengertian dasar suksesi
2. Jenis suksesi
a) suksesi primer
b) seksesi sekunder
c) suksesi autogenik
d) suksesi allogenik
e) aukses autotropik
f) suksesi heterotropik
3. Tahap suksesi dan konsep klimaks
4. Hidrosere dan Xerosere
5. Proses suksesi
a) Nudasi
b) Invasi
c) Kompetisi dan coaksi
d) Reaksi
e) Stabilisasi
Pendekatan dan kajian suksesi
Penjelasan dan diskusi  kelas dengan bantuan multimedia mengenai suksesi dan jenis suksesi, tahapan suksesi dan konsep klimaks; obesrvasi lapangan mengenai suksesi sekunder
1. 2 (202-235)
2. 16 (211-219)
3. 21 (665-732)
4. 23 (444-485)
5. 25 (383-413)
6. 30 (211-235)
7. 32 (612-660)


MINGGU KE POKOK BAHASAN
DAN 
SUB POKOK BAHASAN BENTUK PEMBELAJARAN DAN MEDIA RUJUKAN
*)
XIII Ekosistem Darat 
1. Padang Pasir
2. Zona Arid (kering)
3. Padang Rumput
4. Hutan hujan tropis
5. Hutan Boreal
6. Tundra Penjelasan dan diskusi kelas dengan menggunakan multimedia mengenai berbagai ekosistem daratan; pengamatan ekosistem daratan dan karakteristiknya 1. 2 (485-532)
2. 16 (158-190)
3. 21 (847-959)
4. 25 (415-583)
5. 30 (236-282)
6. 32 (201-310)

XIV Ekosistem  Pantai 
1. Ekosistem air tawar
2. Hutan Pantai
3. Mangrove
4. Estuaria
5. Terumbu karang Penjelasan dan diskusi kelas dengan menggunakan multimedia mengenai berbagai ekosistem pantai;   pengamatan lapangan mengenai berbagai ekosistem pantai dan karakteristiknya 1. 2 (485-532)
2. 6 **)
3. 11  **)
4. 15 **)
5. 16 (158-190)
6. 21 (847-959)
7. 25 (585-670)
8. 27 **)
9. 29 **)
10. 30 (236-282)
11. 32 (201-310)
12. 35 **)







DAFTAR RUJUKAN
1. Bannister,  P.,  1980. Introduction Physiological Plant Ecology. Blackwell Scientific Publications, London.
2. Barbour, M.G., Burk, J.H., Pitts,  W.D.,  1980. Terrestrial Plant Ecology. The Benyamin/Cummings   Publishing  Company, Inc. London.
3. Begon, M., Harper, J.L., and Townsend, C.R., 1990. Ecology; Individuals, Populations and Communities. Blackwell Scientific Publications, London.
4. Brower, J.E., and Zar, J.H., 1977. Field and Laboratory methods for General Ecology. WM.C. Brown Company Publishers, Iowa.
5. Buckman, H.O., and Brady, N.C., 1969 (diterjemahkan oleh Soegiman, 1984), Ilmu Tanah. Bhratara karya Aksara, Jakarta.
6. Clayton, M.N., and King, R.J., 1990. Biology of Marine Plants. Longman Cheshire Pty Limited, Melborne.
7. Cox, G.W., 1972. Laboratory Manual of General Ecology.  WM.C Brown Company Publisher, Iowa.
8. Curtis, J.T and Cottam, G., 1962. Plant Ecology Workbook. Burgess Publishing Company, Minnesota.
9. Daubenmire, R.F., 1974. Plants and Environment,  A  Textbook of Plant Autecology. John Wiley & Sons, London.
10. Devlin, R.M., Witham, F.H., 1983. Plant Physiology. Wadsworth Publishing Company, California.
11. Dawes, C.J., 1981. Marine Botany. John Wiley & Sons, New York.
12. Fitter A.H., and Hay, R.K.M., 1981. Environmental Physiology of Plants. Academic Press Inc. London.
13. Gilbertson, D.D., Kent, M., and Pyatt, F.B., 1985.  Practical Ecology for Geography and Biology. Hutchinson and Co. Ltd., Melbourne.
14. Hochachka, P.W.,  and  Somero,  N.G.,  1973.  Strategies of Biochemical Adaptation. W.B. Saunders Company, London.
15. Hutchings, P., and Saenger, P., 1987. Ecology of Mangrove. University of Queensland Press, London.
16. Kormondy, E.J., 1989. Concepts of Ecology. Prentice-Hall of India private Limited, New Dehli.
17. Larcher,W., 1980. Physiological Plant Ecology. Springer Verlag, Berlin.
18. Levitt,  J.,  1972.  Response  of  Plants  to  Environmental  Stresses. Academic Press, New York.
19. Ludwig, J.A. dan Reynolds, J.F., 1988. Statistical  Ecology.  John Wiley & Sons, New York.
20. Michael P., 1984. Ecological method for Field and Laboratory Investigation.  Tata  mcGraw-Hill  Publishing  Co.Ltd. New-Dehli.
21. Mcnaughton, S.J.,  and Wolf, L.L., 1979 (diterjemahkan oleh Soedarsono, 1990) Ekologi Umum. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
22. Mueller, D-Dombois & Ellenberg, H., 1974. Aim and Methods of  vegetation Ecology. John Wiley & Sons, New York.
23. Odum,  E.P.,  1983. Basic Ecology.  Saunders  College Publishing, New York.
24. Pielou, E.C., 1975. Ecological Diversity. John Wiley & Sons, London.
25. Polunnin, Nicholas, 1990. Pengantar  Geografi  Tumbuhan  dan  Beberapa Ilmu Serumpun. Gadjah Mada  University  Press, Yogyakarta.
26. Poljakoff-Mayber, A and Gale, J., 1975. Plants in Saline Environments. Springer-Verlag berlin Heidelberg, New York.
27. Riemer, D.N, 1984, Introduction to Freshwater Vegetation. The Avi Publishing Company, Inc, Connecticut.
28. Salisbury, F.B., and Ross, C.W., 1992. Plant Physiology. Wadsworth Publishing Company, California.
29. Schlieper, C., 1972. Research Methods in Marine Biology. Sidwick Jackson, London.
30. Sharma, P.D., 1981. Elements of Ecology. Rastogi Publications Meerut, India
31. Slack, A., 1988. Carnivorous Plants. BAS Printers Limited, England.
32. Smith, R.L., 1980. Ecology and Field Biology. Harper &  Row,  Publishers, New York.
33. Sokal, R.R, dan Rohlf, F.J, 1981. Pengantar  Biostatistika. Gadjah mada University Press, Yogyakarta.
34. Tomlinson, P.B, 1986. The Botany of Mangrove. Cambridge University Press, Melbourne.
Keterangan
*) Nomor menyatakan judul buku, halaman dinyatakan dalam tanda kurung
**) Secara keseluruhan buku dapat dipergunakan sebagai acuan atau bahan pengayaan untuk pokok bahasan tersebut

kiamat 2012

0 komentar
Di internet saat ini tengah dibanjiri tulisan yang membahas prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.

Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.

Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.

Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.

Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.

Langkah antisipatif

Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.

Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.

Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.

Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.

Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.

Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.

Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi,” tutur Bambang.

Quest Empat Pahlawan

0 komentar
Quest Empat Pahlawan 
A. D.Heroend

Bicaralah dgn NPC D.Heroend dan kamu akan melihat ada 7 pilihan. Pilihan ke-2 sampai dgn pilihan ke-5 adalah misi yg bisa kamu ambil. Jika inventory kamu penuh, kamu bisa mengambil tugas ini satu per satu. Tetapi agar lebih efisien, disarankan utk mengambil semua potret sekaligus.

PERHATIAN: Ada perbedaan langkah antara karakter perempuan dan karakter laki-laki utk quest Arus' Sign dan Claire's Sign

Utk karakter laki-laki, ikuti langkah-langkah berikut:

A.1. Arus' Sign (exp 12750, rep 900)


Pilih "Mengambil potret Arus" di NPC D.Heroend. 
Lalu pergilah ke Bar Elim. Carilah NPC Knight Rambut Hitam (dia adalah Arus) dan bicaralah kepadanya. 
Kliklah pilihan kedua, yaitu "Bisakah kamu memberiku tanda tangan?". Tapi sayang, dia tidak mau memberikannya karena dia tidak mengenal kita. 
Agar dia bisa mengenal kita, kita harus membantu dia. Kliklah pilihan ke-3, yaitu "Menerima permintaannya." 
Kemudian klik pilihan "Permintaan sederhana." 
Kita diminta utk menemui seorang peramal di Kota Madelin. 
Sampai di Kota Madelin, bicaralah dgn NPC Shina, sang peramal, utk menyelesaikan tugas dari Arus. 
Kemudian kembalilah ke Kota Elim. Laporkan hasil tugas kita kepada Arus, lalu minta tanda tangannya. Saat ini dia sudah mengenal kita, jadi dia dengan senang hati memberikan tanda tangannya; yg bisa langsung kita berikan kepada NPC D.Heroend atau disimpan utk diberikan nanti. 

A.2. Claire's Sign (exp 12750, rep 900)


Pilih "Mengambil potret Claire" dari NPC D.Heroend. 
Lalu pergilah ke depan gerbang Istana Elim. Temui seorang Wanita Terhormat di sana. Dialah Claire sang permaisuri. 
Ternyata karena kita udah membantu Arus, suaminya, dia sudah kenal dgn kita. Ketika ditanya sesuatu ttg Arus, kliklah pilihan ke-2. 
Setelah itu bicara lagi dgn Claire, dia akan memberitahukan kita ttg seseorang yg bisa membantu kita memecahkan misi yg di berikan oleh NPC Joan. Tapi mari simpan itu untuk nanti. 
Bicara lagi utk yg ke-3 kalinya kepada Claire. Kali ini utk meminta tanda tangannya, dan dia akan memberikannya utk kita berikan kepada NPC D.Heroend atau disimpan utk diberikan nanti. 

Utk karakter perempuan: Bicaralah dgn Claire terlebih dahulu utk mendptkan tanda tangannya. Nanti akan diberikan misi utk menyelidiki ttg Arus. Cara utk menyelesaikan misi itu adalah dgn membayar minuman Arus, lalu dia akan mengobrol banyak. Setelah itu kembali ke Claire utk menyelesaikan misi tsb.

A.3. Baldea's Sign (exp 12750, rep 900)


Pilih "Mengambil potret Baldea" dari NPC D.Heroend. 
Lalu pergilah ke Goa Clement di Zaid. Jgn lupa utk membawa potion dan scroll. 
Temui NPC Baldea di dekat ruangan Coin (Quest dari Hiswill). Bicara padanya dan dia akan memberikan tanda tangannya utk kita berikan kepada NPC D.Heroend atau disimpan utk diberikan nanti. 

A.4. Duran's Sign (exp 12750, rep 900)

PERHATIAN: Harus sudah belajar skill Emoticon.


Pilih "Mengambil potret Duran" dari NPC D.Heroend. 
Pergilah ke Bar Kota Elim. Bicara kepada NPC Rosanne dan tunjukkan foto Duran. 
Rosanne ternyata kenal dgn Duran. Tapi dia minta sbh Silver sbg ganti info keberadaan Duran. Silver drop dari Tarantula di Goa Crude. Letaknya satu map di atas Kota Lime. Jadi, ayo ke Kota Lime. 
(Langkah berikut hanya bagi yg belum menjadi anggota Militia): Mumpung di Lime, tidak ada salahnya kita menjadi anggota Militia. Jadi, pergilah ke Perkumpulan Militia dulu. Lalu ngomong dgn NPC Jack utk mendapatkan tes menjadi anggota Militia. Ternyata tesnya diminta ke Goa Crude utk bertemu dgn seorang NPC (kebetulan kita mau ke sana). Setelah dapat sbh Silver/lebih (jumlahnya tidak masalah), bicaralah ke NPC Cordelia yg berada di dekat sebuah batu besar. Kemudian kembali ke NPC Jack utk diangkat menjadi anggota Militia. Lalu NPC Jack akan memberikan sbh kartu tanda pengenal Militia, yg terletak di layar emoticon. 
Kembali ke Kota Elim. Berikan Silver ke NPC Rosanne (pilih "Tunjukkan permata"), lalu dia akan memberitahukan ttg seseorang yg bernama Janet di Lime yg tahu ttg Duran. 
Ternyata Janet yg dimaksud adalah ketua perkumpulan Militia. Dari NPC Janet kita akan mendapatkan emoticon Eagle Crest dan info tentang seseorang yg bernama Slay. 
Temuilah NPC Slay yg berada di dekat Sentral Misi Kota Lime. Bicaralah dgn dia. 
Dia meminta kita utk mencari Gold (drop dari monster Crow di Tengah Sungai Mimir. Tempatnya satu map di bawah Zaid). 
Berikan dia Goldnya. Ternyata dia malah mengancam. Tunjukkan kalau kita tidak takut dgn dia! Tapi ternyata dia tidak mau memberitahukan apapun kepada kita. 
Kembali ke NPC Rosanne, kemudian tunjukkan lagi foto Duran. Dia akan menyuruh kita mencari Knight ke-1 Duran di Adel. Jadi next stop ke Adel! 
Sampai di Adel sepertinya tidak ada tanda-tanda adanya Knight ke-1 Duran. Tetapi coba kita klik Pengemudi Kereta Kuil Adel. 
Ternyata kita dibawa ke sebuah tempat yg terdapat monster yg bernama Lioner, berelemen Logam, dgn HP sekitar 33k (disarankan utk yg lvnya di bawah 40 sebaiknya grup utk dapat membunuhnya) 
Setelah mati ternyata si Lioner memberikan kita tanda tangan Duran (akhirnya dapat juga, meskipun tidak bertemu dgn Duran ) 

Berarti kita sudah mengumpulkan 4 bh tanda tangan! Ayo kita kembali ke NPC D.Heroend dan berikan semua tanda tangan itu kepadanya.
Setelah semuanya diberikan, klik pilihan pertama. Maka selesailah quest dari NPC D.Heroend.
Total reputasi bertambah sekitar 13600 (termasuk 900 reputasi per foto). Well, usaha kita selama ini terbayar juga 

UNDANG UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003

0 komentar

UNDANG UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003
TENTANG
KETENAGAKERJAAN
{Study Kritis pada BAB PELINDUNGAN, PENGUPAHAN DAN KESEJAHTERAAN}

A. PENDAHULUAN
Masalah ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah yang menarik untuk diperhatikan, perkerja atau buruh adalah ujung tombak berjalannya sebuah perusahaan dan industri, namun keberadaannya kurang mendapatkan perhatian yang serius dari para pengusaha yang memperkerjakannya.
Sebagai sebuah Negara yang berkembang (pada masa orde baru) atau Negara dunia ketiga/miskin (pada masa sekarang), masalah ketenagakerjaan sangatlah menyedihkan, seorang tenaga kerja tidak memiliki posisi tawar yang kuat terhadap pengusaha. Disamping karena masih tingginya tingkat pengangguran dan masih rendahnya tingkat pendidikan yang mereka miliki.
Dari tingkat kesejahteraan juga sangatlah menyedihkan tingkat kesejahteraan yang dimiliki oleh para pekerja, karena tingkat upah minimum yang mereka terima masih lebih rendah jika dibanding tingkat kebutuhan minimum yang ada, begitu juga dengan pelindungan kerja yang mereka terima. 
Kita berharap dengan adanya UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat mengangkat harkat dan kesejahteraan mereka, namun apakah undang-undang tersebut akan mampu mengangkat tingkat kesejahteraan para pekerja atau buruh kita.

B. PERLINDUNGAN
Pada pasal 68 dikatakan “pengusaha dilarang memperkerjakan anak”. Namun apakah hal tersebut dapat dilaksanakan oleh parang pengusaha, banyak sekali kita temukan perusahaan-perusahaan yang memperkerjakan anak-anak, dimana rata-rata mereka bekerja setelah menyelesaikan pendidikan menengah pertamanya, jika kita mengacu pada pasal 1 ayat (26) disana dikatakan “Anak adalah setiap orang yang berumur dibawah 18 (delapan belas) tahun.”
Namun semua itu juga hanya salah para pengusaha karena dalam undang-undang tersebut juga memberikan pengecualian, seperti yang tercamtum pada pasal 69 ayat (1,2,3), dimana pengusahaan dapat memperkerjakan anak usia antara 13 tahun sampai dengan 15 tahun.
Ketika dimana perkerjaan tersebut tidak mengangu perkembangan kesehatan fisik, mental dan social dari anak tersebut dan tentu saja dengan adanya izin dari orang tuanya, perjanjian antara wali dengan pengusaha, waktu maximum 3 jam sehari, tidak mengangu sekolah.
Tapi apakah semua itu terlaksana dalam kenyataannya, apakah semua perusahaan yang memperkerjakan anak dibawah 18 tahun memiliki izin dari orangtuanya, dan apakah mereka juga bekerja hanya maximum 3 jam dalam sehari, tentu saja kenyataan dilapangan tidak semacam itu. Banyak sekali anak-anak yang berkerja sesuai dengan jam kerja pada pekerja dewasa.
Pada pasal 76 ayat (1) dikatakan bahwa “Pekerja/buruh yang berumur kurang dari 18 tahun dilarang diperkerjakan antara pukul 23.00 sampai dengan 07.00”. Namun kenyataan dilapangan banyak sekali kita temui pekerja/buruh wanita yang berusia dibawah 18 tahun berkerja antara jam tersebut.
Pada pasal 76 ayat (3) dikatakan bahwa “Pengusaha yang memperkerjakan pekerja/buruh perempuan antara pukul 23.00 sampai dengan 07.00 wajib: a. memberikan makanan dan minuman bergizi; dan b. menjaga kesusilaandan keamanan selama ditempat kerja” apakah pasal ini juga sudah dilaksanakan oleh para pengusaha, mungkin untuk yang hurup b sudah dapat dilaksanakan, tetapi apakah untuk yang huruf a sudah dilaksankan? Dan pada kenyataan dilapangan hal tersebut belum dilaksanakan oleh para pengusaha, dan jikapun adanya ada yang melaksanakan jumlahnya sangat kecil.
Pada pasal 76 (4) yang mewajibkan pengusaha yang memperkerjakan buruh perempuan antara pukul 23.00 sampai dengan 05.00 wajib menyediakan angkutan. Hal ini ditetapkan dengan harapan keamanan dan keselamatan pekerja dijalan akan terjamin, namun pada kenyataannya banyak sekali perusahaan yang tidak melaksanakannya, bahkan yang sudah melaksanakanpun ada yang yang membatalkan atau meniadakan angkutan tersebut.
Bukan hanya pasal-pasal tentang pelindungan pekerja yang masih banyak belum dilaksanakan oleh para pengusaha, ternyata waktu kerjapun masih banyak yang belum banyak dilaksanakan oleh para pengusahaan.
Jika kita mengacu pada pasal 77 maka waktu kerja maksimal yang wajib dilaksanakan oleh pengusaha maximal adalah 42 jam, namun kenyataan dilapangan banyak sekali kita temukan perusahaan yang mempekerjakan pekerjanya/buruhnya lebih dari waktu ,maksimal tersebut, rata-rata perusahaan menetapkan jam kerjanya antara pukul 07.00 sampai dengan 15.00 lalu 15.00 sampai dengan 23.00 dan 23.00 sampai dengan 07.00 atau 8 jam sehari dan 6 hari dalam seminggunya.
Sehingga kelebihan waktu yang sekitar 6 jam, yang seharusnya masuk waktu lembur tidak didapatkan oleh para pekerja atau buruh, dalam hal ini tentu saja pekerja atau buruh dirugikan.

C. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Pada pasal 86 ayat (1) huruf (b) disebutkan bahwa para pekerja atau buruh berhak atas keselamatan dan perlindungan moral dan kesusilaan, namun sering sekali kita lihat dalam berita, banyak sekali pekerja atau buruh yang mendapatkan perlakuan tidak manusiawi, seperti pelecehan sex, hal ini khususnya banyak diterima oleh pekerja pembantu rumah tangga yang sebagian besar korbannya adalah wanita.
Serta dari segi berpakaian, banyak sekali kita jumpai para pekerja atau buruh wanita pada sebuah perusahaan yang memakai pakaian yang sangat minim, dimana sebagaian besar hal itu terjadi karena adanya peraturan dari perusahaan.
Demikian halnya pada huruf (c) pada pasal dan ayat yang sama, penerapan nilai-nilai keagamaan juga dibatasi atau bahkan dilarang sama sekali, kita ambil contoh di perusahaan textil SRITEX yang terdapat di Sukoharjo, seorang wanita yang berjilbab harus memakai rok yang selutut karena memang aturan dari perusahaan demikian
Hal tersebut secara tidak langsung telah membatasi seseorang untuk melaksanakan ajaran dari agamanya dengan secara benar dan konsekwen.

D. PENGUPAHAN


Senin, 23 Februari 2009

puisi

0 komentar
AKU

Aku............... siapa aku 
Dimana aku 
Mengapa aku
Kelahiranku adalah awal kematianku
Keberadaanku adalah awal dari ketidakadaanku
Kebahagiaanku adalah awal dari kesedihanku
Aku berlari namun aku hanya berhenti
Aku tidur namun ternyata aku telah mati
Aku menyelinap diantara lorong lorong waktu
Aku bersembunyi diantara ruang dan waktu
Aku diantaramu
Aku bersamamu denganmu
Aku mendamaikanmu 
Namun aku juga membunuh dan menhancurkanmu



HARMONY

Dalam keselerasan alam semesta
Tuhan berada dibaliknya dengan cinta
Kegembiraan dan kesedihan
Kebaikan dan keburukan 
Permohonan dan penyesalan
Terpadu dalam harmoni hidup manusia 
Namun yang lebih berarti adalah menjadiyang bermanfaat bagi semua
Dan
Dari rasa sakit yang aku rasa 
Aku ingin memberimu damai



TANPA JUDUL

Aku adalah budak pembangkang
Dimana Ridho-MU
Hatiku gelap
Dimana pelita-MU
Jika ENGKAU ganjar aku dengan surga-MU
Karena ketaatanku
Itu adalah pertukaran
Dimanakah berkah dan kebajikan-MU
Ya Illahi
Jika KAU kirim aku keneraka
Aku tak keberatan
Jika KAU kirim aku kesurga-MU tanpa keindahan-MU
Aku tak akan mengambilnya
Penuhilah hasratku
Karena yang kami cari adalah persatuan dengan-MU



Ya Illahi

Terima kasih telah ENGKAU berikan setetes ilmu-MU kepadaku
Melalui tong tong sampah yang berbau busuk
Melalui gunung gunung yang mencoba mencengkram langit
Melalui ombak yang mencoba menelan bumi
Aku bercinta dengan mereka 
Aku bercengkrama dengan mereka
Aku bermesraan dengan mereka
Aku merasakan hangatnya pelukan mereka
Ya Illahi
Terima kasih atas semuanya



sukses selalu zaW........... ifand the live zone


 

:::ifand zone::: Copyright © 2008 D'Black by Ipiet's Blogger Template